Antara Sang Raja dan Bangka Belitung, serta Musa La Ode Abu Hanafi
Antara Sang Raja dan Bangka Belitung, serta Musa La Ode Abu Hanafi

Antara Sang Raja dan Bangka Belitung, serta Musa La Ode Abu Hanafi

Baca juga:

Awambicara.id - Masih mengenai berita sang raja, King Salman bin Abdulaziz Al Saud, Raja Arab Saudi yang sedang menjadi viral di Indonesia. Kali ini ABI yang awam ini ingin sedikit membahas tentang berita yang dari okezone.com, yakni rencana investasi sang raja dibidang pariwisata di bumi serumpun sebalai Propinsi kepulauan Bangka Belitung. Bicara tentang Bangka Belitung, ABI yakin, awam dan orang kebanyakan, pasti sudah pernah mendengar dan mengenal dari Propinsi yang terbilang baru ini.  



Propinsi kepulauan dengan 2 pulau besar yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Propinsi Kepulauan yang terkenal lewat film trilogi Laskar Pelangi karya Riri Riza yang diangkat dari Novel yang karya Andrea Hirata, seorang Novelis yang berasal dari Belitung. Novel Laskar Pelangi sendiri diangkat dari kisah hidup sang Novelis sendiri, yang berkisah tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan. 

Pangkalpinang, sebagai Ibu Kota Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang merupakan pusat pemerintahan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri berada di Pulau Bangka, pulau terbesar dari Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bangka Belitung dapat ditempuh dan dikunjungi baik lewat udara, laut, ataupun darat. Waktu perjalanan udara yang dapat ditempuh untuk sampai ke Pulau Bangka atau Pulau Belitung selama 45 menit dari Jakarta tepatnya melalui Bandara Soekarno-Hatta sampai pada Bandara Depati Amir Pangkalpinang-Bangka atau Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjungpandan-Belitung. Banyaknya penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang - Bangka dalam 1 hari sebanyak 15 kali penerbangan PP, yang dilayani oleh 6 maskapai penerbangan, yakni Sriwijaya, Lion Air, Garuda, NAM Air, Wings Air dan Citilink. Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta ke Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjungpandan-Belitung sebanyak 8 penerbangan dalam sehari, dilayani oleh 3 meskapai penerbangan, yakni sriwijaya-air, NAM air dan Garuda Indonesia. Sedangkan penerbangan dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang-Bangka ke Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjungpandan-Belitung, sebanyak 4 kali penerbangan dalam sehari yang dilayani oleh 3 Meskapai penerbangan, yakni Wings Air, Nam Air dan Garuda Indonesia. ABI yakin, awam dan orang kebanyakan pasti berpikir, mudah dan gampang sekali untuk bepergian ke Bangka Belitung, dengan begitu banyaknya penerbangan yang melayani rute Jakarta-Bangka, jakarta-Belitung serta Bangka-Belitung sendiri. Harga tiket penerbangannya pun tidaklah tergolong mahal, hanya berkisar antara 250ribu sampai dengan 500ribu rupiah pada hari-hari biasa.


Bicara tentang sang raja dan Bangka Belitung, bagi sebagian awam tentulah bisa melihat hubungannya. Tapi untuk sebagian awam lain yang belum mengetahuinya, ABI akan menceritakannya disini. Seperti kita tau bahwa, pernah ada seorang anak kecil, yang terhitung masihlah anak-anak, pernah mengharumkan nama Bangsa dan Negara Indonesia. Yakni Musa La Ode Abu Hanafi yang telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia tersebut. Musa La Ode Abu Hanafi berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet juara 3 lomba hafiz anak tingkat dunia.  Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh, Mesir dihelat pada 10-14 April 2016 silam, dan Musa La Ode Abu Hanafi berhasil menyabet juara 3 dalam usia 7 tahun.  
Prestasi musa ini tentu saja diketahui oleh Sang Raja, karena Musa La Ode Abu Hanafi sendiri telah menjadi pembicaraan hangat di Arab Saudi, dan bahkan telah menjadi seorang idola cilik di malaysia. Musa La Ode Abu Hanafi dilahirkan di Bangka Barat pada tanggal 26 Juli 2008 silam. Musa La Ode Abu Hanafi adalah anak pertama dari empat bersaudara. Adiknya Lukman (5) Hindun (3) dan Zainal (1). Dari sini ABI yang awam ini hanya bisa mengira, "mungkin" dari Musa La Ode Abu Hanafi inilah sang raja mendengar tentang Bangka Belitung, serta tertarik untuk berinvestasi di Bangka Belitung.

Awam dan orang kebanyakan, pasti mengenal bangka belitung lebih kepada penghasil Timah terbesar didunia, mungkin hanya awam sebagian yang tau tentang keindahan alam di Bangka Belitung, khususnya pantai-pantai yang indah yang tersebar disebagian besar wilayah kepulauan bangka belitung. Pemerintah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, saat ini sedang berupaya, untuk memperkenalkan serta mempromosikan wisata alam yang ada dibangka belitung. Hal ini dilakukan untuk merubah, atau mempersiapkan Kepulauan Bangka Belitung, yang tadinya hanya bergantung pada hasil tambang timahnya, beralih kepada sektor pariwisata. Karena menurut pandangan dan penglihatan ABI yang awam ini, dan mungkin oleh orang Bangka Belitung kebanyakan, tentu sadar akan dampak dari Penambangan Timah yang dilakukan di Bangka Belitung.  


Begitu banyak penambangan-penambangan liar yang terjadi di Bangka Belitung, yang secara kasat mata dapat disaksikan bagaimana kerusakan-kerusakan yang dihasilkan dari penambangan-penambangan liar tersebut. Semua kerusakan yang terjadi, bukannya dikarenakan masyarakat awam bangka belitung tidak mengetahui akan akibat-akibat yang ditimbulkannya, akan tetapi lebih kepada awam nya mereka akan kelangsungan hidup dari alam itu sendiri, tergiur akan hasil yang besar dan menjanjikan dari penambangan-penambangan liar tersebut, serta awam nya akan hukum yang berlaku di Indonesia mengenai kerusakan alam dan lingkungan hidup. ABI yang awam ini juga melihat ketidakseriusan pemerintah dan aparat dalam penegakan hukum bagi para penambang-penambang liar tersebut. Hal ini dapat ABI saksikan dan lihat dari berita-berita dari media-media lokal di bangka belitung, yang menceritakan bagaimana para penambang liar tersebut dibekingi aparat-aparat penegak hukum disana. Dan bahkan ada yang tambang liar tersebut milik atau diduga sebagai milik seorang aparat atau pejabat daerah, yang dikelola atau ditambang oleh para penambang liar. Begitu banyaknya kerusakan alam yang terjadi di Bangka Belitung akibat penambangan timah ilegal ini atau yang sering disebut masyarakat awam sekitar sebagai tambang TI, yang tidak akan ABI jabarkan secara lengkap dan terperinci disini.

Walaupun demikian, masih banyak masyarakat awam sekitar yang peduli dengan alam dan sektor Pariwisata Bangka Belitung sendiri. Baik itu dari pejabat daerahnya ataupun dari aparat penegak hukumnya sendiri. Semoga, apa yang diberitakan oleh okezone.com tentang rencana sang raja untuk berinvestasi di bidang pariwisata di Bangka Belitung dapat menjadi kenyataan. Sehingga masyarakat awam Bangka Belitung akan lebih bisa menikmati hasilnya dan lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Adapun usaha-usaha pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor Parawisata di Bangka Belitung, tidaklah bisa dikatakan sedikit, ataupun bahkan tidak ada. Sebagai contoh, dimana pemerintah propinsi bangka belitung dan pemerintah kota Pangkalpinang  sejak dari tahun 2016 silam berusaha agar ditahun 2017 ini menjadi salah satu tuan rumah dalam rangka ajang terbesar dan berskala internasional dapat dilaksanakan di Bangka Belitung ini. Dan Alhamdulillah, upaya tersebut membuahkan hasil, dimana dalam waktu dekat, yakni tepatnya tanggal 3-5 Maret 2017 mendatang, Pangkalpinang, Bangka Belitung akan menjadi tuan rumah dari FIM Motocross World Championship (MXGP). 

Melalui tulisan ini, ABI yang awam ini berharap, para tokoh-tokoh besar Bangka Belitung yang saat ini telah menjadi tokoh nasional, dapat lebih memperhatikan daerah asalnya, yakni Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dapat pula ikut serta mempromosikan Bangka Belitung dengan keindahan alam yang dimilikinya, terkhusus pantai dan budaya nya ke tingkat nasional ataupun tingkat dunia.(daG)

Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments