ABI - Awam Bicara

Sistem Hukum di Indonesia | Pidana - Perdata - Negara

February 19, 2018 0
Sistem Hukum di Indonesia merupakan campuran dari beberapa sistem hukum, yakni sistem hukum Eropa, hukum agama, dan hukum adat. 

Sistem adalah merupakan kesatuan yang terorganisir dan kompleks, berupa perpaduan ha-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan dalam mengalirkan informasi secara mudah dalam mencapai tujuan.  

Pengertian sistem menurut Wikipedia adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan secara bersama untuk mengalirkan informasi secara mudah, baik materi ataupun energi dalam mencapai tujuan. Berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma).
Sistem Hukum di Indonesia

Sedangkan pengertian dari Hukum itu sendiri hingga saat ini belum ada kesepahaman dari para ahli mengenai apa itu hukum. Banyak ahli dan sarjana hukum yang telah mencoba untuk mendefinisikan hukum, namun belum ada satu orang ahli atau sarjana hukum yang mampu memberikan pengertian hukum itu dan dapat diterima oleh semua pihak.

Atas ketiadaan definisi hukum yang jelas dan diterima oleh semua pihak ini, tentu akan menjadi kendala bagi mereka yang ingin mempelajari ilmu hukum. Yang mana pemahaman awal atas hukum secara umum sangat diperlukan, sebelum memulai untuk mempelajari apa itu hukum dengan berbagai macam aspeknya.

Namun demikian, jika disimpulkan dari berbagai pengertian tentang hukum yang dibuat oleh para ahli dan sarjana hukum, pada umumnya hukum adalah segala peraturan-peraturan dalam mengatur kehidupan bersama dimasyarakat, yang dalam pelaksanaannya dapat diterapkan sanksi-sanksi sebagai bentuk pemaksaan atas peraturan-peraturan tersebut agar tercipta rasa keadilan didalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Berikut beberapa pendapat ahli dan Sarjana Hukum tentang apa itu Hukum!

1. Plato

Hukum merupakan sistem peraturan-peraturan yg teratur dan tersusun baik yang bersifat mengikat masyarakat.

2. Aristoteles

Hukum hanya sebagai kumpulan peraturan yang tidak hanya mengikat masyarakat tetapi juga hakim. Undang-undang adalah sesuatu yang berbeda dari bentuk dan isi konstitusi; karena kedudukan itulah undang-undang mengawasi hakim dalam melaksanakan jabatannya dalam menghukum orang-orang yang bersalah.

3. Austin 

Hukum adalah sebagai peraturan yang diadakan untuk memberi bimbingan kepada makhluk yang berakal oleh makhluk yang berakal yang berkuasa atasnya (Friedmann, 1993: 149). 

4. Bellfoid

HuKum yang berlaku di suatu masyarakat mengatur tata tertib masyarakat itu didasarkan atas kekuasaan yang ada pada masyarakat. 

5. Mr. E.M. Mayers

Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan ditinjau kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan yang menjadi pedoman penguasa-penguasa negara dalam melakukan tugasnya.

6. Ouguit

Hukum adalah tingkah laku para anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama terhadap orang yang melanggar peraturan itu.

7. Immanuel Kant

Hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak dari orang yang satu dapat menyesuaikan dengan kehendak bebas dari orang lain memenuhi peraturan hukum tentang kemerdekaan. 

8. Van Kant

Hukum adalah serumpun peraturan-peraturan yang bersifat memaksa yang diadakan untuk mengatur melindungi kepentingan orang dalam masyarakat.

9. Van Apeldoorn

Hukum adalah gejala sosial, tidak ada masyarakat yang tidak mengenal hukum maka hukum itu menjadi suatu aspek kebudayaan yaitu agama, kesusilaan, adat istiadat, dan kebiasaan.

10. S.M. Amir, S.H.

Hukum adalah peraturan, kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma-norma dan sanksi-sanksi.

11. E. Utrecht

Hukum adalah himpunan petunjuk hidup -perintah dan larangan- yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat, dan seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat yang bersangkutan, oleh karena itu pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan oleh pemerintah atau penguasa itu.

12. M.H. Tirtaamidjata, S.H.

Hukum adalah semua aturan (norma) yang harus dituruti dalam tingkah laku tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti kerugian jika melanggar aturan-aturan itu akan membahayakan diri sendiri atau harta, umpamanya orang akan kehilangan kemerdekaannya, didenda dan sebagainya. 

13. J.T.C. Sumorangkir, S.H. dan Woerjo Sastropranoto, S.H. 

Hukum itu ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan lingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat, yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman. 
Sistem Hukum di Indonesia

Sedangkan bagi masyarakat awam sendiri tidaklah penting defenisi atau pengertian hukum itu, yang jauh lebih penting bagi mereka adalah bagaimana hukum itu ditegakkan dan bagaimana hukum itu dapat melindungi kehidupan mereka.  

Dengan demikian, Sistem Hukum dapatlah diartikan suatu kesatuan yang terorganisir dan kompleks dari beberapa elemen atau bagian-bagian yang saling berpadu untuk saling berinteraksi dan bekerja sama dalam mengalirkan informasi secara mudah untuk membentuk suatu peraturan-peraturan yang dapat dipaksakan dengan diterapkannya sanksi-sanksi untuk mengatur kehidupan sosial masyarakat dan negara dalam mencapai tujuan berupa terciptanya perlindungan serta rasa keadilan didalam masyarakat.

Sistem Hukum di Indonesia

Sistem Hukum yang dianut di Indonesia merupakan perpaduan dari beberapa sistem hukum. Yakni campuran atau perpaduan dari hukum agama, hukum adat, dan hukum Eropa terutama Belanda yang dibawa saat menjajah Indonesia. 

Warisan sistem hukum Belanda ini telah mengakar sebagai akibat dari lamanya penjajahan yang dilakukan oleh Belanda terhadap Indonesia, yakni sekitar 350 tahun lamanya. 

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang telah memiliki budaya atau adat yang sangat kaya, jauh sebelum Belanda datang menjajah Indonesia. 

Hal ini dapat dibuktikan dengan peninggalan atau fakta sejarah yang menyatakan bahwa di Indonesia dahulu banyak berdiri kerajaan-kerajaan hindu-budha yang daerah kekuasaannya sangat luas, bahkan sampai pada negeri tetangga seperti malaysia. 

Sriwijaya, Kutai, Majapahit, dan lain sebagainya adalah beberapa kerajaan yang dulu pernah berkuasa dan telah meninggalkan warisan-warisan budaya yang hingga saat ini masih terasa, yang jika dilihat dari sistem hukum di Indonesia, berupa peraturan-peraturan adat yang hidup dan tetap bertahan hingga saat ini. 

Dan hingga saat ini, nilai-nilai hukum adat yang masih melekat dan mengikat masyarakat Indonesia telah menjadi salah satu sumber hukum di Indonesia. 

Selain hukum Eropa yang dibawa oleh Belanda, dan hukum adat peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, Hukum Agama, terutama Islam juga menjadi sumber Sistem Hukum di Indonesia yang mana Indonesia sendiri adalah negara dengan penduduk muslim terbesar didunia.

Sejarah Sistem Hukum di Indonesia

Sistem hukum di indonesia dalam catatan sejarahnya dibagi kedalam beberapa periode, diantaranya:

1. Periode Kolonialisme

Sistem Hukum di Indonesia pada periode kolonialisme dibedakan lagi menjadi tiga era, yakni: 

a. Era VOC
b. Era Liberal Belanda 
c. Era Politik Etis Sampai Kolonialisme Jepang

Pada era VOC, sistem hukum di Indonesia yang digunakan bertujuan untuk, mengekspolitasi ekonomi bangsa Indonesia untuk mengatasi krisis ekonomi yang terjadi di negara penjajah (Belanda) dan sebagai upaya dalam menekan rakyat asli Indonesia dengan sistem yang otoriter, serta untuk melindungi orang-orang Belanda (VOC) dan keluarganya, serta imigran-imigran Eropa.

Pada era VOC ini, Sistem Hukum Belanda hanya diterapkan pada orang atau bangsa Belanda dan Eropa saja, sedangkan untuk rakyat pribumi Indonesia, yang berlaku adalah sistem hukum yang dibuat oleh masing-masing komonitas masyarakat Indonesia secara sendiri dan mandiri.

Pada masa Liberal Belanda, sekitar tahun 1845 di Hindia-Belanda yang merupakan sebutan terhadap negara jajahan belanda dalam hal ini Indonesia, mengeluarkan Regeringsreglement (RR 1854) atau lebih dikenal dengan Peraturan mengenai Tata Pemerintahan di Hindia-Belanda.

Di era Liberal Belanda ini, untuk pertama kalinya dicantumkan perlindungan hukum terhadap rakyat pribumi yang sebelumnya tidak dicantumkan oleh pemerintah jajahan VOC yang sewenang-wenang.

Hal ini bisa dilihat dalam (Regeringsreglement) RR 1854 yang mengatur soal pembatasan terhadap eksekutif (paling utama Residen) dan kepolisian, dan juga jaminan soal proses peradilan yg bebas.

Politik Etis diterapkan di awal abad ke-20, yang mana kebijakan-kebijakan yang terkait langsung dengan pembaharuan sistem hukum di Indonesia antara lain:

1. Pendidikan bagi rakyat pribumi, termasuk juga pendidikan lanjutan hukum; 
2. Pendirian Volksraad, yaitu lembaga perwakilan untuk kaum pribumi; 
3. Manajemen organisasi pemerintahan, yang utama dari sisi efisiensi; 
4. Manajemen lembaga peradilan, yang utama dalam hal profesionalitas; 
5. Pembentukan peraturan perundang-undangan yg berorientasi pada kepastian hukum. 

Pada masa penjajahan Jepang tidak banyak terjadi pembaruan sistem hukum. Peraturan dan Sistem Hukum yang berlaku saat itu masih digunakan selama tidak bertentangan dengan peraturan militer Jepang, namun hak-hak istimewa orang-orang Belanda dan Eropa dihapus bertahap. 

Perubahan perundang-undangan yang dilakukan pada era Penjajahan Jepang, diantaranya:

1. Kitab Undang-undang Hukum Perdata, yang awalnya hanya berlaku untuk golongan Eropa dan yang setara, diberlakukan juga untuk kaum Cina.

2. Beberapa peraturan militer diselipkan dalam peraturan perundang-undangan pidana yang berlaku. 

3. Di bidang peradilan, diadakan pembaharuan yakni: 

a. Penghapusan pluralisme/ dualisme tata peradilan; 

b. Unifikasi kejaksaan; 

c. Penghapusan pembedaan polisi kota dan lapangan/ pedesaan; 

d. Pembentukan lembaga pendidikan hukum; 

e. Pengisian secara besar-besaran jabatan-jabatan administrasi pemerintahan dan hukum dengan rakyat pribumi.

2. Periode Demokrasi Liberal 

Pada periode ini, periode Revolusi Fisik sampai Demokrasi Liberal, sistem hukum di Indonesia melanjutkan unfikasi badan-badan peradilan dengan melaksanakan penyederhanaan, dan mengurangi serta membatasi peranan badan-badan pengadilan adat dan swapraja, terkecuali badan-badan pengadilan agama yg bahkan diperkuat dengan pembentukan Mahkamah Islam Tinggi.

Dan pada Periode Demokrasi Liberal HAM telah diakui didalam Undang-undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950). Akan tetapi pada periode ini pembaharuan hukum dan tata peradilan tidak banyak terjadi.

Yang terjadi hanyalah unifikasi peradilan dengan menghapuskan seluruh badan-badan dan mekanisme pengadilan atau penyelesaian sengketa di luar pengadilan negara, yang ditetapkan melalui UU No. 9/1950 tentang Mahkamah Agung dan UU Darurat No. 1/ 1951 tentang Susunan dah Kekuasaan Pengadilan.

3. Periode Demokrasi Terpimpin

Pada periode Demokrasi Terpimpin, dinamika serta perkembangan hukum yang terjadi adalah:

a. Menghapuskan pemisahan kekuasaan dan mendudukan MA dan badan-badan peradilan di bawah lembaga eksekutif; 
b. Lambang hukum "dewi keadilan" diubah menjadi "pohon beringin" yang memiliki arti pengayoman; 
c. Eksekutif berkesempatan untuk ikut campur tangan secara langsung atas proses peradilan sesuai UU No.19/ 1964 & UU No.13/1965; 
d. Peraturan hukum perdata pada masa pendudukan tidak berlaku kecuali hanya sebagai rujukan, dan untuk itu hakim haruslah mengembangkan putusan-putusan yang lebih situasional dan kontekstual.

4. Periode Orde Baru

Pada periode ini, pembaruan sistem hukum di Indonesia dimulai dari penyingkiran hukum dalam proses pemerintahan dan politik, pembekuan UU Pokok Agraria, membentuk UU yang mempermudah modal dari luar masuk dengan UU Penanaman modal Asing, UU Pertambangan, dan UU Kehutanan. 

Pada masa ini, lembaga hukum dilemahkan dengan berada di bawah kekuasaan eksekutif, Sistem pendidikan terkendali dan pembatasan bersuara dan berpikir kritis, termasuk didalamnya tentang pemikiran hukum. 
Sistem Hukum di Indonesia

5. Periode Reformasi (1998-sekarang)

Pada saat reformasi berlangsung, dan Soeharto mengundurkan diri sebagai Presiden RI dan beralih kepada Presiden Habibie sampai dengan sekarang, UUD 1945 sudah mengalami 4 kali amandemen. 

Dan mengalami beberapa pembaruan antara lain: 

a. Pembaruan sistem politik dan ketetanegaraan;
b. Pembaruan sistem hukum & HAM;
c. Pembaruan sistem ekonomi.

Sistem Hukum Pidana di Indonesia

Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, yaitu hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan pidana (sanksi). 

Sistem Hukum Pidana di Indonesia, untuk Sistem Hukum Pidana Materiil nya diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Sedangkan Sistem Hukum Pidana Formil yang mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana materiil, telah disahkan dengan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP).

Sistem Hukum Perdata di Indonesia

Sistem Hukum Perdata di Indonesia adalah adalah ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan antara individu-individu dalam masyarakat Indonesia. 

Sistem Hukum Perdata di Indonesia dapat diartikan sebagai ketentuan-ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan-kepentingan antara individu-individu dalam masyarakat Indonesia yang dalam praktek hukumnya, karena Indonesia, merupakan bekas negara jajahan Belanda serta mempunyai penganut agama Islam mayoritas, juga mempunyai kultur dan budaya yang beragam, banyak dipengaruhi oleh tradisi hukum Eropa-Kontinental atau Civil Law, yakni hukum privat atau hukum perdata dan juga dipengaruhi oleh nilai-nilai ajaran Islam terutama bagi penganut agama Islam yakni Hukum Islam. 

Hukum Perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan. Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW) yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan asas konkordansi.

Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian.

Hukum Acara Pidana Indonesia

Hukum acara pidana Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara atau berperkara di pengadilan dalam lingkup hukum pidana, yang diatur dalam UU nomor 8 tahun 1981.

Asas dalam hukum acara pidana

1. Asas perintah tertulis, yaitu segala tindakan hukum hanya dapat dilakukan berdasarkan perintah tertulis dari pejabat yang berwenang sesuai dengan UU.
2. Asas peradilan cepat, sederhana, biaya ringan, jujur, dan tidak memihak, yaitu serangkaian proses peradilan pidana (dari penyidikan sampai dengan putusan hakim) dilakukan cepat, ringkas, jujur, dan adil (pasal 50 KUHAP).
3. Asas memperoleh bantuan hukum, yaitu setiap orang punya kesempatan, bahkan wajib memperoleh bantuan hukum guna pembelaan atas dirinya (pasal 54 KUHAP).
4. Asas terbuka, yaitu pemeriksaan tindak pidana dilakukan secara terbuka untuk umum (pasal 64 KUHAP).
5. Asas pembuktian, yaitu tersangka/terdakwa tidak dibebani kewajiban pembuktian (pasal 66 KUHAP), kecuali diatur lain oleh UU.

Hukum Acara Perdata Indonesia 

Hukum acara perdata Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara atau berperkara di pengadilan dalam lingkup hukum perdata. Dalam hukum acara perdata, dapat dilihat dalam berbagai peraturan Belanda dulu (misalnya; Het Herziene Inlandsh Reglement/ HIR, RBG, RB, RO).

Hukum Tata Negara dan Hukum Tata Usaha (Administrasi) Negara Indonesia

Hukum tata negara merupakan hukum yang mengatur tentang negara, yakni:

1. Dasar pendirian, 
2. Struktur kelembagaan, 
3. Pembentukan lembaga-lembaga negara, 
4. Hubungan hukum atau hak dan kewajiban antar lembaga negara, 
5. Wilayah dan warga negara. 

Hukum tata negara mengatur mengenai negara dalam keadaan diam artinya bukan mengenai suatu keadaan nyata dari suatu negara tertentu (sistem pemerintahan, sistem pemilu, dll dari negara tertentu) tetapi lebih pada negara dalam arti luas. Hukum ini membicarakan negara dalam arti yang abstrak

Hukum Tata Usaha (Administrasi) Negara

Hukum Tata Usaha (Administrasi) Negara merupakan hukum yang mengatur kegiatan administrasi negara, yakni hukum yang mengatur tata laksana (pelaksanaan) pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

Hukum administarasi negara tidak sama dengan hukum tata negara, namun memiliki kemiripan dan kesamaa, yang terletak pada hal kebijakan pemerintah. 

Dalam hal perbedaannya, yakni hukum tata negara lebih mengacu kepada fungsi konstitusi/ hukum dasar yang digunakan oleh suatu negara dalam hal pengaturan kebijakan pemerintah, sedangkan hukum administrasi negara di mana negara dalam "keadaan yang bergerak". 

Hukum Islam di Indonesia 

Hukum Islam di Indonesia belum bisa ditegakkan secara menyeluruh, karena belum adanya dukungan yang penuh dari segenap lapisan masyarakat secara demokratis baik melalui pemilu atau referendum maupun amendemen terhadap UUD 1945 secara tegas dan konsisten. 

Aceh adalah merupakan satu-satunya provinsi yang telah banyak menerapkan hukum Islam melalui Pengadilan Agama, sesuai pasal 15 ayat 2 Undang-Undang RI No. 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman yaitu: Peradilan Syariah Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darrussalam yang merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan agama sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama, dan merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan umum sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan umum.

Itulah tadi Sistem Hukum di Indonesia, sebagai bahan pembelajaran dan pemahaman tentang sistem hukum yang berlaku di Indonesia.

100 Contoh Soal CPNS 2018 Padanan Kata (Analogi)

February 15, 2018 0
Mengerjakan Soal CPNS Padanan Kata atau Analogi, sangat penting bagi anda untuk menemukan "Kata Kunci" atau hubungan yang "Khusus" atau "Unik" dari dua atau lebih kata yang diberikan.
100 Contoh Soal CPNS 2018 Padanan Kata - Analogi

Padanan dapat juga diartikan sebagai kata atau frasa dalam sebuah bahasa yang memiliki kesejajaran makna dengan kata atau frasa dalam bahasa lain.

Tips Memilih Nama Domain dan Layanan Hosting yang Baik dan SEO Friendly

February 14, 2018 0
Memilih nama domain dan layanan hosting, bisa dibilang gampang-gampang susah. Disini saya tidak akan menjelaskan apa itu domain, dan apa itu hosting secara lengkap, karena jika anda telah memulai mencari bagaimana cara memilih nama domain dan layanan hosting yang baik dan SEO friendly, berarti anda telah sangat memahami apa itu domain dan apa itu hosting.
Tips Memilih Nama Domain dan Layanan Hosting yang Baik dan SEO Friendly
Namun untuk mengingatkan kembali apa itu domain dan apa itu hosting, berikut kami jelaskan secara singkat mengenai pengertian domain dan hosting.

Apa itu Domain?

Nama domain atau biasa disingkat domain saja merupakan identitas unik yang diberikan untuk mengenal atau mengidentifikasikan nama komputer server sepertu web server atau email server di jaringan komputer secara local maupun internet secara global, dalam hal untuk mempermudah pengguna internet atau jaringan pada saat akan melakukan akses ke server komputer tadi. 

Nama domain ini juga sebagai pengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengingat atau mengenal deretan angka-angka yang rumit yang dikenal dengan istilah alamat IP (IP Address). Nama domain juga dikenal dengan istilah URL, atau alamat website/ blog. Sedangkan.....

Apa itu Hosting?

Adalah berupa layanan web hosting atau jasa layanan internet yang menyediakan sumber daya server-server untuk disewakan sehingga memungkinkan bagi sebuah organisasi atau individu untuk menempatkan informasi-informasi di internet berupa HTTP, FTP, EMAIL, atau DNS.

Agar lebih mudah dipahami apa itu domain dan apa itu hosting dapat kita analogikan dengan tanah dan bangunan, yakni sebagai berikut:

Tanah = Hosting

Rumah/ Bangunan = Situs Web/ Website/ Blog

Alamat Rumah/ Bangunan = Nama Domain

Yang jika diartikan adalah sebagai berikut: Situs web/ website/ blog yang merupakan data dan informasi itu adalah bangunan/ rumahnya, dan berdiri disebuah tanah yakni hosting nya, dan rumah/ bangunan (website) diatas tanah (hosting) tersebut memiliki alamat tertentu atau berlamat di.....(domain/ nama domain).

Untuk layanan hosting sendiri, ada beberapa jenis layanan yang dapat kita gunakan, diantaranya: Hosting berbagai (Shared Hosting), Hosting Dedikasi (Dedicated Hosting), VPS (Virtual Private Server) dan Server Kolokasi (Colocatioan Server).Ada beberapa jenis layanan hosting yaitu hosting berbagi (Shared Hosting), hosting dedikasi (Dedicated Hosting), VPS (Virtual Private Server) dan server kolokasi (Colocation Server).

Dalam memilih nama domain dan layanan hosting tentu saja sangat berbeda, karena kedua hal tersebut jelas merupakan dua hal yang berbeda. 

Dalam memilih nama domain yang harus diperhatikan adalah menyangkut dengan "keterlihatan" alamat situs web kita di mesin pencarian (Search Engine), karena itu dalam memilih nama domain tentu saja yang harus diperhatikan adalah faktor SEO friendly nya, atau dengan kata lain ramah SEO.

Tips memilih nama domain yang SEO Friendly

1. Terdapat Kata Kunci/ Keyword

Hal ini diperlukan karena akan memudahkan anda dalam mendapatkan hasil terbaik dari hasil penelusuran search engine. Selain itu juga dapat membantu dan juga memudahkan anda dalam membangun link (backlink) untuk situs web/ blog anda dikemudian hari.

Menempatkan kata kunci atau keyword didalam nama domain yang akan digunakan, sebaiknya untuk kata kunci yang dapat menggambarkan secara keseluruhan mengenai topik (niche) yang akan dibahas pada situs web atau blog anda. 

Sebagai contoh adalah blog awam bicara ini, kata kunci yang saya masukkan adalah kata kunci awam dan bicara, yang mana awam berarti orang kebanyakan, orang biasa, dan bicara, yang jika diartikan adalah orang awam yang bicara apa adanya, atau bicaranya orang-orang awam.

Atau contoh lainnya adalah jika anda membangun sebuah situs web bisnis online seperti jual beli batu akik bacan murah, maka anda bisa memilih nama domain Bacanmurah atau Akik Murah.

2. Menggabungkan Merek Bisnis dan Keyword

Menggabungkan merek bisnis/ brand usaha anda dengan kata kunci dalam nama domain situs web ini bisa menjadi pilihan untuk anda yang ingin menciptakan dan membangun sebuah brand atau merek usaha anda sendiri. Yang akan sangat berguna dikemudian hari, dimana brand usaha anda akan semakin dikenal dan pada akhirnya akan menjadi kata kunci sendiri dikemudian hari.
Tips Memilih Nama Domain dan Layanan Hosting yang Baik dan SEO Friendly

Contohnya adalah masih tentang blog awambicara ini. Awam bicara ini telah memiliki brand tersendiri bagi pembacanya, yang mana dalam laporan penelusuran organik google analytic, telah memiliki kata kunci brand bisnis tersendiri yakni "Awam Bicara".

3. Mudah di Ingat dan Singkat

Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembaca situs web/ blog anda untuk kembali berkunjung ke blog atau website milik anda. Karena itu, upayakan untuk memiliki nama domain yang hanya terdiri dari satu suku kata saja, namun jika tidak memungkinkan bisa menggunakan dua suku kata namun suku kata yang ringkas dan femiliar serta menggambarkan isi seluruh konten blog/ situs web anda. 

Nama Domain yang singkat, sederhana juga memiliki nilai tambah tersendiri bagi mesin pencari (search engine) apalagi nama domain yang singkat tadi memiliki kata kunci yang bisa mewakili isi keseluruhan blog atau website tersebut. 

Memiliki nama domain yang singkat dan memiliki kata kunci yang mewakili isi keseluruhan konten blog/ web memang bukanlah perkara mudah, karena biasanya jenis nama domain ini sudah dimiliki oleh orang lain, dan biasanya dijadikan sebagai usaha jual beli nama domain oleh para pegiat usaha jual beli nama domain.

4. Mudah Dieja

Tujuannya adalah agar pengunjung blog/ situs web anda tidak salah dalam mengetikan alamat URL situs web/ blog Anda. Tentu saja ini sangat merugikan sekali, apalagi brand usaha atau brand situs web anda telah mulai dikenal banyak orang. Jadi jika seseorang mengenal atau mendengar nama blog/ situs web anda dan langsung menuju alamat blog/ situs web anda tadi calon pengunjung tidak diarahkan ke situs web yang salah atau berbeda.

Sebagai contoh, misalkan nama blog ini menggunakan nama domain aw4mb1cara maka ketika orang mendengar awam bicara, dan dia langsung menuju situs web awambicara.id maka yang terjadi adalah pengunjung tadi langsung mengarah kepada situs web awambicara.id bukan brand aw4mb1cara,id milik kita.

5. Kata Unik

Selain memiliki keterkaitan dengan kata kunci, terkadang nama domain juga harus memperhatikan dan menemukan kata-kata unik yang memiliki "clickbait" atau memancing rasa penasaran calon pembaca blog/ situs web.

Memilih nama domain dengan kata unik dan bernuansa clickbait ini menurut saya memang cukup sulit, dan contohnya pun agak sulit untuk saya temukan. 

Namun sebagai gambaran untuk anda, menurut saya nama domain yang memiliki nuansa clickbait atau rasa penasaran calon pembaca adalah terserahdeh,com.

Nama Domain tersebut tidak mengandung kata kunci, akan tetapi sangat femiliar dan sering terdengar ditelinga orang indonesia, terutama dikalangan anak muda Indonesia jaman now. 

Yang mana juga memiliki nuansa clickbait, yakni memancing rasa penasaran, karena mempunyai kata yang sedikit mengandung atau menungkapkan sebuah sikap, sifat atau ego.

6. Tanpa Tanda Hubung dan Angka

Seperti yang telah saya bahas di point 4 Mudah Dieja, penggunaan kata hubung seperti minus (–) dan Angka akan membuat pengunjung kesulitan dalam mengingat Nama Domain situs web atau blog Anda. Dan juga akan mengakibatkan kesalahan ketik alamat URL blog atau website di aplikasi perambat di perangkat pengguna/ pembaca blog kita. 

Karena itu, hindarilah penggunaan Tanda Hubung dan Angka pada Nama Domain yang akan kita buat, contoh nya seperti yang telah dibahas di point 4 diatas untuk nama domain yang menggunakan angka, sedangkan nama domain yang menggunakan kata hubung (-) tentu anda sudah sering melihatnya internet, seperti murah-meriah,com, gadget-murah,com, dll.

Tips memilih Layanan Hosting

Hal ini adalah sebuah dilema: Penyedia layanan hosting mana yang harus dipercaya dengan situs saya? 

Bagi pengembang, blogger, pemilik usaha kecil, dan lainnya, memilih hosting sama halnya seperti mencari "pasangan hidup yang sempurna".

Jika dilakukan dengan benar, Anda bisa menghabiskan kebahagiaan seumur hidup dengan hosting yang handal dan berkinerja tinggi yang selalu tersedia melalui telepon, chat, atau email untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anda. 

Namun, terburu-buru menjalin hubungan dengan hosting tanpa melakukan penelitian bisa menimbulkan perasaan terperangkap, disesatkan, atau diperas. Memilih hosting yang salah sering berakhir dengan sakit kepala dan juga kerugian materi yang tidak sedikit.

Saat ini saya masih dalam penelitian untuk menjalin suatu hubungan dengan jasa layanan sewa hosting. Saya memang belumlah menggunakan layanan hosting tertentu untuk blog saya ini, saya masih menggunakan blogspot. Namun, walaupun demikian saya telah mengalami pengalaman buruk dalam hal sewa layanan hosting untuk situs web kantor pemerintah tempat saya bekerja. ''

Dan saya tidak ingin hal ini terjadi pada situs web/ blog saya ini, karena itu saya menyusun panduan langkah-demi-langkah ini untuk bahan pembelajaran dan penelitian saya bagaimana saya mencari layanan hosting dan menyoroti beberapa hosting dengan fitur yang paling menarik, sebelum saya beralih dari blogspot ke layanan hosting tertentu pada saat usia blog ini genap memasuki usia 1 tahun. 

Karena saya berencana untuk menggunakan layanan hosting sendiri untuk tahun kedua dan seterusnya demi perkembangan blog awambicara ini.

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Situs Web/ Blog Anda

Apa yang ingin dan akan Anda lakukan dengan situs web/ blog Anda? 

Memilih layanan hosting yang tepat dalam mendukung platform atau alat yang dibutuhkan untuk membuat situs web/ blog yang Anda inginkan, ketersediaan penyimpanan, kecepatan, serta keandalan-keandalan lain yang cukup memadai bagi situs web/ blog Anda. 
Misalnya;

Apakah situs web yang ingin anda bangun memerlukan pemrosesan pembayaran online? 

Apakah anda inign membuat situs web galeri visual? 

Atau mungkin hanya sekedar untuk menulis blog pribadi?

Anda harus bisa memilih layanan hosting yang benar-benar tepat untuk kegunaan situs web atau blog anda, dan kebanyakan layanan hosting web telah menawarkan alat dan infrastruktur pembuatan web yang mengkhususkan pada jenis situs atau fungsi tertentu. 

Yang mana bisa bermanfaat untuk jenis situs web tertentu namun tidak sesuai untuk beberapa jenis situs web lainnya. 

Dalam beberapa layanan web hosting sering kali telah menjadi paket bagian dari pembangunan situs web itu sendiri. 

2. Pertimbangkan opsi pembuatan dan bundling web

Anda dapat memilih layanan hosting yang menyediakan web-builder DIY dan ada juga layanan hosting yang hanya menyediakan layanan hosting tanpa layanan web-builder DIY, dalam artian, anda membangun sendiri situs web/ blog anda. Dan juga beberapa pilihan layanan hosting yang menggabungkan keduanya. 

Layanan hosting dan web-builder DIY (layanan gabungan)

Banyak jasa layanan hosting yang juga menawarkan layanan web-building, yang mana memungkinkan kita untuk membangun situs web sendiri serta juga mendapatkan layanan hosting sebagai bagian dari paket pembelian. 

Contoh layanan hosting web yang juga menyertakan pembangun website yakni seperti; Wix, Weebly, Squarespace, Shopify dan Blogger (google domain).
Tips Memilih Nama Domain dan Layanan Hosting yang Baik dan SEO Friendly
Untuk layanan hosting tanpa paket gabungan pembangunan website, Anda dapat memilih host web yang tidak menyertakan bangunan web jika Anda membangun situs web Anda sendiri atau menggunakan pembangun khusus yang tidak menyertakan hosting, seperti WordPress. (Anda dapat menggunakan alat WordPress untuk mempublikasikan situs Anda ke host Anda sendiri, atau menggunakan layanan hosting mereka sendiri, Bluehost.) 

3. Lakukan Penelitian

Setelah mengetahui situs web yang bagaimana yang anda butuhkan, dan layanan-layanan seperti apa yang Anda cari dalam hosting, saatnya untuk meneliti opsi hosting dan pembangun web Anda. Ada beberapa artikel mendalam yang dapat membantu Anda menemukan dan membandingkan berbagai host dan pembangun website (web-builder). (lihat thesitewizard) atau Anda dapat melakukan pencarian sendiri. Lalu buat daftar singkat pilihan utama Anda. Pikirkan kebutuhan situs web/ blog Anda untuk sekarang dan di masa depan.

4. Bandingkan Beberapa Faktor Kunci Berikut

Hal-hal khusus yang harus dicari di layanan hosting web dan pembangun situs web (wen-builder) bervariasi tergantung pada kebutuhan situs web/ blog Anda, jadi gunakan daftar di bawah ini untuk mengetahui hal-hal yang paling penting bagi situs web/ blog Anda.

A. Harga Pendaftaran dan Pembaharuan 

Selain biaya pendaftaran, pastikan untuk memeriksa tingkat perpanjangan dan untuk biaya tersembunyi atau kewajiban apa pun lainnya.

B. Kebutuhan Teknis

Pastikan layanan hosting web dan pembangun situs web (web-builder) yang Anda pilih memenuhi semua persyaratan situs Anda, dan juga memeriksa hal-hal yang mungkin Anda inginkan atau butuhkan di masa mendatang, seperti:
  • Jumlah domain yang bisa Anda host
  • Ruang server
  • Kecepatan 
  • kehandalan
  • Batas bandwidth dan penggunaan
  • Pengaturan pengelolaan
  • Kemudahan penggunaan
  • Dukungan Layanan (tersedia 24jam/7hari seminggu) 
  • Dukungan email, telepon dan livechat
  • Kustomisasi
  • Kemudahan Penyiapan
  • Kebijakan Pembatalan

Setelah memahami tips memilih nama domain dan layanan hosting yang baik dan SEO friendly, sekarang saatnya anda memilih layanan hosting yang terbaik dan lengkap.