Perbedaan Antara Dinamo Starter dan Dinamo Ampere pada Mobil

loading...
Loading...
Salah satu sparepart pada mobil yang wajib dilakukan perawatan secara berkala salah satunya adalah dinamo.

Banyak pemilik mobil tidak atau kurang mengetahui bahwa mobil memiliki dua dinamo yang memiliki fungsi yang berbeda.

beda dinamo starter dan dinamo ampere pada mobil
Yakni dinamo stater dan dinamo Ampere.

Lalu, apa perbedaan dari kedua dinamo tersebut? Simak ulasannya dari kami awambicara.id

Perbedaan Dinamo Starter dan Dinamo Ampere


Dinamo starter dan dinamo ampere memiliki cara kerja yang berbeda.

Cara kerja dinamo starter mobil fungsinya untuk memutar mesin pada waktu pertama kali.

Dinamo starter mengubah energi listrik menjadi energi gerak yang memutar crankshaft mesin, atau poros mesin melalui fly wheel, atau roda gila.

Ketika pengguna mobil akan menghidupkan atau menstart mobilnya, maka yang digunakan adalah dinamo starter.

Sedangkan dinamo ampere atau yang sering juga disebut dengan alternator pada mobil, memiliki fungsi untuk mengisi setrum aki atau mengecas (charge) aki.

Aki mobil yang menjadi sumber energi listrik, sebagai suplai kebutuhan tenaga listrik mobil saat mesin mobil hidup.

Jadi, fungsi dari dinamo ampere ini adalah untuk pengisian ke aki.

Sedangkan untuk jenis dan tipe mobil keluaran terbaru, dari dinamo ampere masuk dulu ke komputer aau ECU baru kemudian ke aki.

Sehingga dengan demikian, pada mobil, ada dua dinamo yang memiliki fungsinya masing-masing, yakni dinamo starter dan dinamo ampere.

Pada kesempatan ini, kami akan menjelaskan penyebab dinamo starter tak berfungsi atau rusak.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab dinamo starter tidak mau menyala seperti misalnya karbon brush nya habis dan sebagainya.

Seperti yang kami kutip dari Viva.co.id, pemilik bengkel khusus servis dinamo Angkasa Teknik (Supardi) menjelaskan ciri-ciri dan penyebab dinamo starter dan dinamo ampere rusak.

Ciri-Ciri Dinamo Ampere atau Alternator Mobil Rusak


Ada beberapa ciri dinamo ampere atau alternator yang sudah mengalami gangguan atau kerusakan, diantaranya:

1. Ketika mesin hidup, lampu indikator aki menyala 


Ketika mesin mobil menyala, dan lampu indikator aki menyala hal ini menandakan bahwa alternator atau dinamo ampere tidak membangkitkan atau menghasilkan listrik dan mengecas aki.

2. Adanya Bunyi yang Keras dari Alternator atau Dinamo Ampere


Timbulnya bunyi yang keras dari dinamo ampere atau alternator yang kemungkinan besar disebabkan oleh rusaknya bearing alternator dan putusnya dioda rectifier alternator.

3. Aki Menjadi Lemah atau Tekor


Tidak kuatnya aki ketika melakukan starter atau aki tekor, yang kemungkinan besar disebabkan adanya tegangan pengisian alternator yang kurang.

Penyebab Dinamo Starter Rusak


Selain dinamo ampere, terkadang yang menjadi masalah juga adalah dinamo starter.

Adapun penyebab rusaknya dinamo starter, diantaranya adalah:

1. Aki Soak


Aki yang soak mengakibatkan kurangnya tenaga listrik, sehingga ketika mobil distarter, akan terdengar bunyi tek tek.

Aki yang soak akibat kurangnya aliran listrik ke aki yang mungkin juga diakibatkan dari dinamo ampere yang rusak, selain memang karena aki nya sudah berumur/ soak.

2. Solenoid Starter Rusak


Solenoid Starter Rusak biasanya rusak pada gulungannya atau pada swtichnya.

Pada switch terdapat dua gulungan, yakni pull in coil dan hold in coil.

Apabila gulungan pull in coil rusak, maka pinion tidak dapat bergerak maju.

Sedangkan apabila kerusakan terjadi pada gulungan hold in coil, maka daya magnet untuk menahan pinion ketika terhubung dengan flywheel akan berkurang sehingga sebelum roda terputar, gear pinion stater kembali mundur.

3. Carbon brush habis


Jika carbon brush habis, maka tidak bisa menghubungkan pull in coil dengan ground sehingga pull in coil tidak bisa bekerja optimal untuk mendorong pinion gear.

4. Gulungan di dalam starter terbakar


Masih menurut pemilik service dinamo Angkasa Teknik (Supardi), juga bisa disebabkan oleh setrum aki yang kurang atau aki soak, solenoid starter rusak, dan gulungan di dalam motor starter terbakar.

Cara Menghindari Dinamo Mobil dari Masalah


Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan agar dinamo pada mobil dapat terhindar dari berbagai macam masalah, terutama pada dinamo ampere atau alternator yang berfungsi sebagai pengecas aki.

1. Pastikan kabel aki positif negatif terpasang dengan tepat


Memastikan kabel positif dan negatif pada aki ini agar tidak terjadi kerusakan komponen alternator atau putusnya sekring alternator karena pemasangan aki yang salah atau terbalik.

2. Menghindari kabel B+ atau yang berhubungan langsung dengan body


Kabel B+ atau positif pada umumnya tidak merusak dinamo ampere ketika bersentuhan dengan body, namun memutus sekring alternator yang berfungsi untuk mencegah terjadinya konslet.

3. Melakukan pemeriksaan secara berkala


Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk kemampuan dinamo ampere. Pemeriksaan berkala ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dinamo amper untuk menyuplai arus listrik pada kendaraan.

Apalagi jika telah menghidupkan AC dan lampu besar secara bersamaan yang membutuhkan energi listrik cukup banyak, sehingga perlu diketahui apakah dinamo amper dapat bertahan tanpa mengalami drop voltage.

Pada umumnya, pengisian normal voltase dinamo ampere berada di antara 13,5 hingga 14,1 volt.

Jika berada di bawah 13,5 volt, akan menyebabkan aki tekor.

Sebaiknya tidak menggunakan dinamo ampere untuk mengecas aki soak, karena jika menggunakan dinamo ampere untuk mengecas aki soak, maka akan menyebabkan arus listrik berlebih yang berujung pada rusaknya alternator, khususnya pada dioda rectifier.

Nah itulah tadi perbedaan antara dinamo starter dan dinamo ampere, beserta dengan fungsinya, ciri-ciri dan penyebab kerusakannya serta cara menghindari masalah pada dinamo mobil Anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Antara Dinamo Starter dan Dinamo Ampere pada Mobil"

Posting Komentar

CPNS

Soal CPNS

Drama Korea

Tips blogging

hukum