Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Ketika Menulis Surat Lamaran Kerja

Surat Lamaran Kerja - Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa surat lamaran kerja adalah hanya sekedar syarat formal ketika mereka melamar suatu pekerjaan.
kesalahan-kesalahan saat menulis surat lamaran kerja

Mereka mengira bahwa surat lamaran kerja tersebut hanyalah sebuah syarat yang harus dipenuhi syarat akan melamar pekerjaan.

Kesalahan Menulis Surat Lamaran Kerja


Sehingga anggapan mereka bahwa surat lamaran kerja tersebut tidak akan pernah dibaca oleh pihak perusahaan atau bagian HRD penerimaan karyawan pada sebuah perusahaan.

Lihat juga: Tips Menjawab Pertanyaan Jebakan Saat Tes Wawancara Kerja

Padahal, kenyataannya tidaklah demikian.

Surat lamaran kerja adalah hal yang pertama kali dibaca oleh pihak penerima kerja (HRD/ Perusahaan) dan yang menjadi pertimbangan awal sebuah perusahaan apakah kita layak atau tidak untuk diterima sebagai karyawan atau untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Karena itu, kini saatnya Anda untuk mempertimbangkan membuat surat lamaran kerja yang baik.

Surat lamaran kerja inilah yang menjadi salah satu alasan yang sangat penting untuk memastikan bahwa surat lamaran yang Anda kirim memang layak dan bisa “mewakili” Anda ketika melamar sebuah pekerjaan.

Surat lamaran kerja yang baik, benar dan tepat sasaran pasti akan direspon dengan baik pula oleh pihak perusahaan.

Sehingga peluang Anda untuk mendapatkan panggilan kerja atau untuk dapat melanjutkan ketahapan seleksi penerimaan karyawan selanjutnya pun semakin besar.

Namun sebaliknya, kesalahan teknik penulisan surat lamaran kerja, maupun pemilihan kata di dalam surat lamaran kerja bisa sangat merugikan Anda, yang pada akhirnya membuang peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan.

Saat Anda menulis surat lamaran untuk suatu pekerjaan, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan dan teliti dalam menulis dan memilih kata.

Sehingga, apa yang menjadi maksud dan tujuan Anda benar-benar terwakili atau tersampaikan dengan baik dan tepat.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Dalam Membuat Surat Lamaran Kerja


Selain kesalahan yang pertama kami sebutkan diatas, yakni anggapan bahwa surat lamaran kerja hanya berupa syarat formal saja.

Ternyata masih banyak kesalahan-kesalahan lain dalam penulisan surat lamaran kerja yang sering kali terjadi.

Bahkan banyak diantaranya yang terjadi tanpa Anda sadari.

Kami telah mengumpulkan beberapa kesalahan-kesalahan umum yang kerap kali terjadi ketika kita menulis surat lamaran kerja.

Berikut beberapa kesalahan penulisan dalam surat lamaran kerja yang wajib untuk Anda hindari:

1. Kurang Percaya Diri Menyampaikan Kemampuan yang Dimiliki


Terkadang saat kita menuliskan kemampuan atau skill yang kita miliki sering kali kita ragu, malu, kurang percaya percaya diri sehingga terkesan kurang tegas.

Hal ini bisa saja terjadi karena kita tidak ingin terlihat berlebihan, atau terlihat angkuh dengan kemampuan yang kita miliki.

Namun, dengan menunjukkan kemampuan diri atau skill kita dengan baik ini adalah salah satu hal wajib untuk disampaikan, jangan sampai ada skill atau kemampuan diri kita yang terlewatkan.

Skill atau kemampuan yang kita miliki ini, haruslah tersampaikan dengan sangat meyakinkan, sehingga pihak perusahaan atau bagian penerimaan karyawan (HRD) benar-benar yakin dengan apa yang kita miliki.

Kalimat yang sering digunakan saat menulis surat lamaran kerja yang terlihat ragu-ragu dan kurang percaya diri tersebut seperti:

“Saya rasa, jabatan ini cocok untuk saya.” 

“Sepertinya, saya orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut.” dan yang lainnya.

Padahal, kalimat tersebut memiliki kesan bahwa Anda sendiri ragu dengan kemampuan Anda, jadi bagaimana perusahaan mau menerima Anda, jika Anda sendiri tidak yakin dengan diri Anda sendiri.

Akan lebih baik jika kita menuliskannya dengan kalimat:

"Sesuai dengan latar pendidikan yang saya miliki, maka saya sangat cocok untuk posisi tersebut, dan saya yakin saya dapat memberikan yang terbaik bagi perusahaan"

2. Menuliskan Kemampuan Diri Terlalu Umum tidak Detail


Anda mungkin seorang tenaga IT profesional, dan Anda menulis surat lamaran yang Anda kirim dengan kalimat:

"Saya adalah seorang sarjana IT yang berpengalaman, dan saya sangat cocok untuk posisi pekerjaan tersebut"

Pernyataan tersebut tentu saja tidak salah, namun jika hanya menuliskan itu saja kurang cukup.

Anda harus mendeskripsikan kemampuan atau skill Anda secara terperinci, karena perusahaan biasanya ingin mengetahui pengalaman seseorang secara detail.

Misalnya. apakah Anda berpengalaman dalam membangun jaringan lokal (LAN) atau lebih luas lagi, yakni jaringan WAN?

Lihat juga: Tips Agar Lancar Saat Wawancara Kerja

Atau Anda pernah membuat sebuah aplikasi smartphone berbasis Android dan iOS?

Atau bisa juga dengan pengalaman Anda membuat sebuah situs web.

Jadi Anda bisa menggambarkan kemampuan Anda dengan mengambil contoh dari apa yang telah pernah Anda buat dan lakuakn.

Misalnya:

"Saya adalah seorang sarjana IT yang berpengalaman. Saya menguasai PHP, SQL, LINUX, dan beberapa bahasa pemograman lainnya. Saya juga pernah membuat aplikasi stok gudang serta membuat website untuk pemerintah. Jadi saya sangat cocok untuk posisi pekerjaan tersebut"

3. Percaya Diri yang Berlebihan


Ketika Anda memdeskripsikan kemampuan atau skill Anda, tentu saja harus Anda uraikan secara detail.

Perusahaan juga biasanya memang membutuhkan karyawan yang memiliki kemampuan diri yang baik, serta rasa percaya diri tinggi.

Akan tetapi, bukan berarti Anda bisa melakukannya secara berlebihan.

Karena segala sesuatu yang sifatnya berlebihan, hasilnya pasti tidak akan pernah baik.

Terlalu berlebihan akan menjerumuskan Anda pada sifat sombong, angkuh dan takabur.

Rasa percaya diri yang Anda gambarkan dengan pilihan kata sifat yang kurang tepat, akan memberi kesan sombong bagi pihak perusahaan.

Sebagai contoh:

"Saya adalah calon yang paling ideal"

"Saya adalah calon yang pilihan sempurna" dan yang lainnya.

Karena itu, ada baiknya Anda perhatikan dan memilih kata / kalimat yang tepat untuk Anda gunakan dalam menuliskan surat lamaran kerja Anda.

Seperti:

"Saya adalah orang yang cocok untuk posisi tersebut"

"Latar belakang pendidikan saya di bidang IT, dan bahasa pemograman seperti PHP, SQL, membuat saya cocok untuk posisi tersebut"

4. Putus Asa dan Memberikan Kesan Butuh Bantuan


Mungkin lamaran pekerjaan Anda sudah sering ditolak oleh banyak perusahaan, sehingga membuat Anda putus asa.

Atau, mungkin saja Anda saat menuliskan surat lamaran pekerjaan Anda sedang dalam banyak masalah, dan sangat membutuhkan pekerjaan.

Lihat juga: PNS vs BUMN vs Karyawan Swasta, Sejahtera Mana?

 Akan tetapi, walaupun demikian semua tidak harus Anda ungkapkan dan jabarkan didalam surat lamaran pekerjaan Anda.

Dengan menuliskan kalimat yang terkesan putus asa dan sangat membutuhkan bantuan.

Pada intinya, sebuah perusahaan membutuhkan karyawan yang benar-benar siap untuk bekerja secara profesional.

Artinya, karyawan yang siap bekerja tanpa membawa banyak masalah-masalah lainnya di dalam diri mereka, apalagi masalah pribadi dan keuangan.

Jadi, jangan mengharapkan belas kasihan dengan menggunakan kata-kata yang berlebihan.

5. Manambahkan Kalimat yang Tidak Perlu


surat lamaran kerja lucu

Terkadang, ketika seseorang membuat surat lamaran pekerjaan, agar terlihat pandai dan pintar menulis, menambahkan kalimat-kalimat yang tidak perlu.

Semua agar surat lamaran yang dikirimkannya terlihat lebih profesional, sehingga menambahkan kalimat yang sebenarnya tidak dibutuhkan dalam surat lamaran.

Misalnya:

“Seperti yang telah saya cantumkan di dalam CV saya dan terlampir dalam surat lamaran pekerjaan ini”

“Sesuai dengan isi CV saya, yang juga saya lampirkan dalam surat lamaran pekerjaan ini.” dan lain sebagainya.

Sekali lagi, pihak perusahaan sudah berpengalaman dalam tata persuratan. Jadi mereka tidak membutuhkan penjelasan seperti itu lagi.

Perusahaan pada dasarnya akan membaca semua bagian dari surat lamaran Anda, termasuk yang Anda lampirkan dalam surat lamaran tersebut.

Bahkan tanpa penjelasan dengan menggunakan kalimat yang tidak perlu seperti itupun, mereka pasti akan membacanya.

6. Malas membuat Surat Lamaran untuk Banyak Perusahaan


Seringkali ketika melamar suatu pekerjaan, kita melamar untuk beberapa perusahaan sekaligus.

Dan karena kita malas membuat surat lamaran untuk masing-masing perusahaan, kita mencopy-paste surat lamaran tersebut tanpa mengeditnya.

Ini adalah suatu kesalahan besar, yang paling sering terjadi.

Karena, ketika kita mengcopy paste surat lamaran untuk dikirimkan ke beberapa perusahaan, maka kemungkinan untuk terjadinya kesalahan tentang ketidak sesuaian data perusahaan, posisi lowongan yang tersedia sangat besar.

Sehingga sangat mungkin Anda tidak mendeskripsikan diri Anda dengan baik dan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang tersedia.

7. Salah Ketik/ Typo dan Penggunaan Bahasa yang Salah


Kesalahan penulisan surat lamaran pekerjaan yang paling sering terjadi berikutnya adalah kesalahan ketik atau typo.

Hal ini seringnya terjadi tanpa kita sadari.

Karena itu, untuk menghindari ini, ketika kita menulis/ mengetik surat lamaran pekerjaan, ada baiknya kita baca kembali sebelum kita print atau kita kirimkan via email.

Bacalah surat lamaran yang telah Anda buat, secara seksama, teliti dan menyeluruh.

Sehingga selain Anda dapat menemukan kalimat atau kata-kata yang salah ketik/ typo, Anda juga dapat mengubah/ mengedit kalimat-kalimat yang kurang pas/ sesuai.

Jadi, Anda tidak perlu terburu-buru, baca kembali secara berulang-ulang surat lamaran pekerjaan yang telah Anda buat.

Karena, saat Anda selesai menulis surat lamaran, dan mulai membacanya secara menyeluruh, cermat dan teliti, maka Anda akan menyadari bahwa disana ada kata-kata atau pilihan bahasa yang kurang tepat, serta kata-kata yang typo atau salah ketik.

Lihat juga: Contoh Surat Pengalaman Kerja Terbaru dan Terbaik

Seringlah berlatih dan luangkan waktu Anda secara khusus untuk menulis surat lamaran pekerjaan.

Sebab, surat lamaran pekerjaan adalah bagian terpenting di dalam suatu proses mencari pekerjaan.

Jangan sampai karena "nila setitik, rusak susu sebelanga".

Artinya, jangan sampai hanya karena kesalahan ketik atau typo dan pemilihan kata dan bahasa yang salah dalam surat lamaran membuat Anda gagal diterima sebagai karyawan.

Latihlah diri Anda, serta buat diri Anda menjadi terbiasa menulis surat lamaran dengan meluangkan waktu khusus untuk membuat surat lamaran terbaik setiap kali Anda melamar pekerjaan. Semoga sukses!

TENTANG KAMI : Situs yang didedikasikan sebagai tempat untuk belajar Soal CPNS, Psikotes dan Blogging. Informasi terkini tentang Drakor terbaru, Loker, Lifestyle dan Teknologi. Terus ikuti kami untuk update artikel terbaru, atau ikuti kami di Facebook dan Twitter.


Awam Bicara
Awam Bicara Hanya orang awam yang hobby ngeblog

1 komentar untuk "Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Ketika Menulis Surat Lamaran Kerja"